PT Jasa Raharja mendorong peningkatan kesadaran masyarakat. Langkah ini sangat penting demi keselamatan berlalu lintas. Pasalnya, kecelakaan mengancam keselamatan jiwa. Selain itu, musibah ini merusak kondisi sosial ekonomi warga seusia produktif.
Direktur Keuangan Jasa Raharja, Dwi Ary Purnomo, menyampaikan pesan ini. Ia menemui Gubernur Sumatera Barat,Mahyeldi Ansharullah, di Padang, Rabu (28/10/2026).
Dalam pertemuan itu, ia menyoroti tingginya angka korban di Sumatera Barat. Khususnya, warga rentang usia 25 hingga 54 tahun mendominasi daftar korban.
Oleh sebab itu, Jasa Raharja mencatat 984 korban pada kelompok usia tersebut. Bahkan, nilai santunan bagi korban usia produktif menembus Rp19,19 miliar.
Secara rinci, kelompok usia 25-29 tahun menyumbang korban tertinggi sebanyak 194 orang. Selanjutnya, kelompok usia 40-44 tahun mencatatkan 169 korban. Lalu, kelompok usia 45-49 tahun menyumbang 167 korban. Kemudian, kelompok usia 30-34 tahun menyumbang 161 korban.
Sementara itu, total santunan Jasa Raharja di Sumatera Barat mencapai Rp58,95 miliar hingga September 2026. Angka ini mencakup santunan korban meninggal dunia sebesar Rp25,31 miliar. Di samping itu, santunan korban luka-luka menyerap Rp33,64 miliar.
Melihat data tersebut, Dwi Ary mengajak semua pihak mencegah dampak buruk ekonomi.
“Kita harus mencegah kemunduran ekonomi nasional. Pasalnya, angka kecelakaan jalan raya terus melonjak. Oleh karena itu, kami memasifkan gerakan disiplin berkendara di seluruh Indonesia,” ujar Dwi Ary dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Senin (2/11/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan upaya pencegahan butuh kerja sama semua pihak. Sebaliknya, seluruh pemangku kepentingan wajib menggelar edukasi berkelanjutan. Langkah ini melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, serta komunitas warga.
Saat ini, Jasa Raharja memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Sumatera Barat. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi. Alhasil, gerakan ini tidak hanya menyasar area perkotaan, tetapi juga menembus komunitas daerah.
Melalui kerja sama ini, Jasa Raharja menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Dengan demikian, kita tidak sekadar menyalurkan santunan pascakecelakaan. Lebih dari itu, kita memperkuat langkah pencegahan demi keselamatan warga,” tutur Dwi Ary.













