PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu mengapresiasi kinerja Wahana Visi Indonesia (WVI). Pemkot memuji dedikasi dan kontribusi lembaga tersebut dalam acara Perayaan dan Penutupan Area Program Palu–Sigi–Donggala di Palu, Kamis (2/7/2026).
WVI merupakan yayasan kemanusiaan yang berfokus pada pemberdayaan anak, keluarga, dan masyarakat paling rentan. Organisasi ini menjalankan program pengembangan masyarakat, advokasi, serta tanggap darurat bencana secara inklusif.
Hingga kini, WVI telah mendampingi sekitar 85 ribu anak pada 67 wilayah di Indonesia.
Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Susik, mewakili pemerintah daerah untuk menyampaikan penghargaan tertinggi kepada WVI.
Ia menyebut, yayasan tersebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sejak 2011 hingga 2026.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan tertinggi kepada Wahana Visi Indonesia atas dedikasi mereka,” ujar Susik.
Menurutnya, WVI mengukir peran besar dalam pemulihan pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada 2018.
Selama masa pendampingan, WVI konsisten menjalankan pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan anak.
Yayasan ini aktif merangkul pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan warga sekitar.
Zone Program Manager WVI, Sabtarina Perjalman AP Sipado, menjelaskan arah program lembaga tersebut. Pihaknya merancang seluruh kegiatan untuk memperkuat sistem tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
“Kita bersama-sama merencanakan berbagai hal yang berkontribusi terhadap kesejahteraan anak,” ungkap Sabtarina.
Program tersebut meliputi kelompok belajar, lingkungan ramah anak, serta penguatan sistem kesehatan dan pendidikan.
Selain itu, WVI juga memfokuskan perhatian pada penguatan ekonomi rumah tangga. Mereka aktif mengampanyekan pencegahan perkawinan anak dan perlindungan anak dari tindakan kekerasan.
Area Program Palu–Sigi–Donggala resmi berakhir pada tahun 2026 ini. Meski begitu, Susik berharap semangat kolaborasi selama 15 tahun terakhir tetap terjaga.
Pemkot Palu meminta seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan berbagai capaian positif dari WVI. Langkah ini penting demi menjaga keberlanjutan kesejahteraan anak dan kualitas hidup masyarakat di Sulawesi Tengah.













