KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah melepas peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Sabtu (11/7/2026).
Melalui langkah strategis ini, KPwBI bertujuan memperluas adopsi pembayaran digital. Selain itu, program ini turut mempromosikan kuliner lokal sebagai penggerak ekonomi daerah.
Asisten II Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, memimpin prosesi pelepasan secara simbolis. Jajaran pimpinan KPwBI Sulteng turut mendampingi beliau dalam acara tersebut.
Sebanyak 10 tim kreator konten dan influencer muda akan berkompetisi menjelajahi empat wilayah. Rute mereka meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Banggai.
Selama perjalanan, para peserta mengemban misi penting. Mereka akan mengampanyekan kemudahan bertransaksi pakai QRIS. Sembari berjalan, mereka juga mempromosikan kuliner khas daerah lewat konten kreatif.
Sinergi Digitalisasi dan Sektor Kuliner
Deputi Kepala KPwBI Sulteng, Glenn Nathaniel Pandelaki, menjelaskan alasan penggabungan program ini. Sektor kuliner menjadi penopang utama pertumbuhan UMKM di Sulteng.
“UMKM sangat mendominasi perekonomian daerah kita. Sekitar 70 persen di antaranya bergerak di sektor kuliner. Karena itu, kami ingin mendorong promosi kuliner lokal lewat cara kreatif. Caranya melalui edukasi dan kompetisi para peserta,” ungkap Glenn.
Pihak BI sengaja melibatkan generasi muda di bawah 30 tahun. Mereka merupakan anak muda aktif yang memiliki pengaruh kuat di media sosial. Bank Indonesia optimistis pendekatan kreatif ini mampu memperluas edukasi QRIS ke masyarakat luas.
“Kesepuluh tim ini adalah influencer yang kreatif. Mereka memiliki dampak dan pengaruh yang besar. Kami berharap mereka bisa menjadi agen perubahan dalam mempercepat digitalisasi daerah,” tambah Glenn.
Mewujudkan Ekonomi yang Inklusif
Sejak meluncur pada 2019, QRIS hadir sebagai solusi pembayaran digital. Sistem ini menawarkan transaksi yang cepat, praktis, murah, aman, dan andal (CeMuMAH).
“QRIS mengintegrasikan berbagai sistem pembayaran dalam satu standar nasional. Tujuannya tentu mempermudah transaksi masyarakat sehari-hari. Selain itu, sistem ini mendukung ekonomi melalui digitalisasi yang inklusif,” pungkas Glenn.
Melalui ajang ini, Bank Indonesia berharap literasi digital masyarakat semakin matang. Sektor UMKM juga bisa memperluas penggunaan QRIS secara masif. Pada akhirnya, program ini akan memperkenalkan pesona kuliner Sulawesi Tengah ke tingkat nasional.













