KEMENTERIAN Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menunjuk Sudaryano Lamangkona sebagai Ketua Project Management Office (PMO) platform SAPA UMKM.
Pemerintah melakukan penunjukan ini untuk mewujudkan transformasi digital yang inklusif. Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan layanan bagi para pelaku usaha di Tanah Air.
Sudaryano saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga. Menteri menilai ia memiliki kapabilitas strategis serta rekam jejak kuat dalam mengorkestrasi komunikasi publik dan sinergi lintas lembaga.
Keahlian ini menjadi modal penting untuk mengawal penggelaran platform SAPA UMKM. Platform ini akan mengintegrasikan ekosistem digital UMKM Indonesia secara menyeluruh.
Menteri UMKM RI menyampaikan bahwa pembentukan PMO SAPA UMKM menjadi langkah progresif pemerintah. Pemerintah menghadirkan satu pintu layanan (one-stop service) digital yang adil dan merata.
Pemerintah merancang khusus platform ini untuk memangkas hambatan aksesibilitas pelaku usaha. Layanan mencakup pendampingan usaha, perizinan legalitas, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar internasional bagi puluhan juta pelaku UMKM.
Sebagai Ketua PMO, Sudaryano memimpin perencanaan, tata kelola, hingga operasional integrasi platform.
Ia menegaskan, komitmennya untuk membuat SAPA UMKM tidak sekadar menjadi aplikasi digital. Platform ini menjadi ekosistem responsif yang menjawab kebutuhan riil para pengusaha di lapangan.
“SAPA UMKM hadir sebagai wujud nyata keberpihakan negara kepada pelaku usaha. Fokus utama PMO adalah memastikan platform ini mudah diakses dan terintegrasi dari Sabang sampai Merauke. Platform ini menjadi jembatan akselerasi kelas bagi UMKM Indonesia,” ujar Sudaryano dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (24/7/2026).
PMO mengawasi langsung peluncuran integrasi dan pengembangan berkala platform SAPA UMKM. Inisiatif ini mendorong digitalisasi UMKM nasional sekaligus mendukung penguatan ketahanan ekonomi nasional berbasis usaha kerakyatan.













