Regional

Perkuat Sinergi, Imigrasi Palu-Rudenim Manado Matangkan Persiapan FORKOPDENSI Sulteng

×

Perkuat Sinergi, Imigrasi Palu-Rudenim Manado Matangkan Persiapan FORKOPDENSI Sulteng

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal. Dok: Imigrasi Palu/Eranesia.id

KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Palu menerima kunjungan koordinasi dari tim Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, Jumat (12/6/2026). Pertemuan ini membahas persiapan pelaksanaan Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (FORKOPDENSI) Wilayah Sulawesi Tengah.

Pertemuan strategis ini bertujuan mematangkan rencana pelaksanaan FORKOPDENSI yang akan berjalan secara kolaboratif. 

Forum tersebut bakal melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait di wilayah Sulawesi Tengah sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta penguatan sinergi penanganan deteni dan pengungsi secara terpadu.

Kedua pihak mendiskusikan konsep kegiatan, mekanisme koordinasi, hingga peran masing-masing instansi. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendongkrak efektivitas penanganan berbagai isu keimigrasian di Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, mengapresiasi kunjungan dan inisiatif dari Rudenim Manado. Menurutnya, FORKOPDENSI menjadi wadah krusial untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi dinamika penanganan deteni maupun pengungsi di lapangan.

“Kami menyambut baik koordinasi ini sebagai langkah nyata memperkuat kolaborasi antarinstansi. Melalui FORKOPDENSI, kami ingin membangun komunikasi yang lebih efektif agar setiap permasalahan yang muncul dapat selesai secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Akmal menegaskan bahwa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu siap mendukung penuh pelaksanaan forum tersebut. Pihaknya berkomitmen berkontribusi aktif dalam penguatan koordinasi serta pengawasan keimigrasian di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Lewat persiapan matang ini, FORKOPDENSI Wilayah Sulawesi Tengah diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang tidak hanya terkoordinasi dengan baik, tetapi juga tetap humanis dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.