PROGRAM Berani Sehat telah melayani sekitar 185 ribu masyarakat Sulawesi Tengah. Program ini meluncur sejak 24 April 2025. Warga mengakses layanan kesehatan berkualitas ini hanya dengan menggunakan KTP Sulteng. Pemerintah menyiapkan dua mekanisme pembiayaan, yaitu skema JKN dan non-JKN.
Pemerintah juga membiayai rujukan pelayanan kesehatan dari puskesmas ke rumah sakit melalui BPJS Kesehatan. Pihak puskesmas langsung melayani masyarakat yang membawa KTP daerah.
Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido memuji soliditas para tenaga kesehatan (nakes).
Menurutnya, nakes menjadi ujung tombak keberhasilan program Berani Sehat di lapangan. Mereka menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemprov Sulteng juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali. Karena daerah itu sukses memperkuat layanan kesehatan dasar di wilayahnya.
“Seluruh puskesmas di Morowali kini telah memiliki dokter. Capaian ini menjadi contoh sukses bagi kabupaten lain di Sulawesi Tengah,” ungkap Reny dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (17/6/2026).
Saluran Pengaduan Masyarakat
Pemprov Sulteng menyediakan layanan komunikasi khusus bernama Berani Samporoa. Masyarakat dapat menghubungi nomor 0811-666-2222 secara langsung.
Saluran ini berfungsi menampung keluhan maupun kendala terkait pelayanan kesehatan di lapangan.
Sebelumnya pada Kamis (16/7/2026), Reny bersama rombongan melakukan silaturahmi dengan insan kesehatan se-Kabupaten Morowali di Kantor Bupati Morowali.
Acara silaturahmi itu turut menghadirkan Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Morowali, Nirmawati, serta para direktur rumah sakit.
Para kepala puskesmas dan ketua organisasi profesi kesehatan se-Kabupaten Morowali juga menghadiri kegiatan ini.













