Regional

Murid SD Parigi Moutong Belajar Rawat Mangrove dan Pilih Sampah

×

Murid SD Parigi Moutong Belajar Rawat Mangrove dan Pilih Sampah

Sebarkan artikel ini
Dua kelompok pemuda memfasilitasi kegiatan edukatif ini. Mereka adalah Kelompok Pemuda Peduli Mangrove dan Kelompok Bank Sampah Nagali Desa Oncone Raya. Dok: ROA/Eranesia.id

PULUHAN murid Sekolah Dasar (SD) Inpres Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, punya cara seru mengisi hari Sabtu (13/6/2026). Mereka belajar mengenal pentingnya ekosistem mangrove dan cara memilah sampah sejak dini.

Dua kelompok pemuda memfasilitasi kegiatan edukatif ini. Mereka adalah Kelompok Pemuda Peduli Mangrove dan Kelompok Bank Sampah Nagali Desa Oncone Raya.

“Kami ingin membangun kesadaran dan kepedulian anak-anak sejak dini,” ujar Ketua Kelompok Bank Sampah Nagali, Muhajir. 

Ia menjelaskan, sebanyak 50 murid kelas 4 dan 5 mengikuti kegiatan selama dua hari ini. Mereka menerima materi sederhana tentang jenis-jenis mangrove. 

Tak hanya teori, para murid juga langsung mempraktikkan cara menanam benih di polybag

“Mereka pun belajar memilah sampah organik dan anorganik,” imbuh Muhajir. 

Menanam Karakter Peduli Lingkungan

Guru SD Inpres 2 Tada, Virawati menyambut baik inisiatif para pemuda ini. Menurutnya, generasi penerus harus memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian pesisir.

“Kegiatan ini sangat membantu anak-anak. Mereka bisa belajar mengelola sampah agar bernilai ekonomis,” ungkapnya. 

Virawati juga menambahkan, anak-anak menjadi paham fungsi ekologis mangrove dalam menjaga lingkungan pantai. 

Pendidikan lingkungan di tingkat sekolah dasar memang bukan cuma menambah wawasan. Langkah ini sekaligus membentuk karakter anak yang bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Aksi Nyata untuk Bumi

Edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Setelah menerima materi, para murid tidak tinggal diam. 

Bersama kedua kelompok pemuda, mereka akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan aksi nyata.

Aksi tersebut meliputi pembersihan sampah di sepanjang pesisir pantai. Selain itu, mereka juga menanam 2.560 bibit mangrove di kawasan rehabilitasi Desa Oncone Raya.

Direktur Program Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), Rizal, menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan baik ini sejak usia muda. 

Lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak sekaligus tanggung jawab setiap manusia.

“Menjaga lingkungan bukan tugas yang bisa ditunda sampai dewasa,” tandas Rizal. 

Melalui pemahaman ini, anak-anak dibekali kesadaran penting. Mereka belajar bahwa tindakan sederhana hari ini akan menentukan masa depan bumi mereka nanti.